Setelah padel booming di kota-kota besar, ada olahraga raket lain yang mulai mencuri perhatian: beach tennis, atau tenis pantai. Olahraga santai yang dimainkan di atas pasir ini mulai dikenal anak muda, komunitas kreatif, hingga pebisnis di Indonesia. Berikut penjelasan singkatnya!
Apa Itu Beach Tennis?
Beach tennis adalah olahraga raket yang dimainkan di atas pasir, dengan net setinggi net voli pantai. Olahraga ini berasal dari Italia pada era 1970-an, lalu berkembang pesat, terutama di Brasil, dan kini dimainkan di lebih dari 50 negara.
Seperti padel, beach tennis dikenal mudah dipelajari dan sangat sosial, sehingga cocok untuk pemula maupun kelompok teman.
Aturan dan Ukuran Dasar
Menurut ITF (Federasi Tenis Internasional), beberapa ketentuan dasarnya adalah:
- Lapangan: berukuran 16 m x 8 m untuk ganda, sama dengan lapangan voli pantai. Untuk tunggal, lebarnya lebih sempit sekitar 4,5 m.
- Net: setinggi 1,7 m untuk putri, campuran, dan junior, serta 1,8 m untuk putra di ajang ITF
- Permukaan: pasir dengan panduan dari penyelenggara beach tennis menyebut standar ITF mensyaratkan kedalaman sekitar 25 cm, dengan pasir yang lembut dan tidak mudah memadat.
- Format: umumnya dimainkan ganda, meski tunggal juga bisa.
- Skor: sistem skornya sama dengan tenis, tetapi tanpa advantage setelah deuce, tanpa servis kedua, dan tanpa let pada servis.
- Servis: boleh dilakukan dari bawah maupun dari atas, dan salah satu pemain di tim penerima boleh mengembalikan bola.
Satu poin dimenangkan jika bola jatuh di area lawan, atau lawan memukul bola keluar atau ke net.
Kenapa Mulai Ramai di Indonesia?
Popularitas beach tennis mulai terlihat di Indonesia pada 2025-2026, terutama di kawasan urban seperti Jakarta dan Tangerang. Beberapa venue dan komunitas mulai menghadirkan fasilitas beach tennis, dan konten media sosial dari area seperti PIK juga ikut meramaikan.
Salah satu penanda awalnya adalah ajang FREEWILL Beach Tennis Experience yang digelar di Rekket Space, BSD, Tangerang Selatan, pada 9 Mei 2026. Pendiri venue tersebut menyebut pertumbuhan beach tennis di Brasil mirip dengan pertumbuhan padel di Indonesia, dan ingin menjadikannya wadah baru bagi komunitas dan brand untuk berkolaborasi.
Alasan beach tennis diminati pun mirip dengan padel:
- Mudah dipelajari, jadi pemula bisa langsung menikmati permainan.
- Sangat sosial, cocok untuk bertemu teman baru dan membangun jaringan.
- Tren olahraga berbasis komunitas sedang naik daun.
- Suasana santai dan estetik, cocok dibagikan di media sosial.
Peluang bagi Pemilik Lapangan dan Kontraktor
Beach tennis tidak harus dimainkan di pantai. Lapangannya bisa dibangun di area outdoor maupun indoor dengan pasir buatan, sehingga membuka peluang bisnis baru, antara lain:
- Pembangunan lapangan pasir sebagai fasilitas tambahan di venue yang sudah ada.
- Konversi lahan kosong menjadi arena beach tennis atau multi-sport (misalnya bersama padel dan tennis).
- Event dan kolaborasi brand, mulai dari turnamen komunitas sampai acara perusahaan.
- Lokasi wisata dan resort yang ingin menambah aktivitas olahraga bagi tamunya.
Perlu diingat, spesifikasi seperti kedalaman pasir, drainase, dan pembatas lapangan perlu dirancang dengan benar sejak awal agar nyaman dan awet, terutama di iklim tropis dengan curah hujan tinggi.
Kesimpulannya, beach tennis masih berada di tahap awal di Indonesia, mirip posisi padel beberapa tahun lalu. Dengan karakter yang mudah dipelajari dan sangat sosial, olahraga ini berpotensi tumbuh lewat komunitas dan event. Bagi pelaku bisnis lapangan, ini jadi tren yang layak dipantau dan dipelajari sejak dini.

